Tampilkan postingan dengan label Life Style. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life Style. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2013

Mari "Sign Out" Sejenak dari Dunia Maya


Berkomunikasi merupakan kebutuhan utama bagi semua mahkluk hidup terutama manusia. Internet dan sarana online lainnya menjadi salah satu sarana berkomunikasi yang semakin berkembang dan sudah menjadi kebutuhan primer banyak orang. Seiring waktu, perkembangan teknologi membuat cara berkomunikasi menjadi semakin variatif, efektif, dan efisien. Beragam sosial media yang muncul pun semakin banyak dengan berbagai macam keunikan model berkomunikasi yang ditawarkannya.

Awalnya media sosial muncul sebagai jalur komunikasi lain yang kurang diminati karena terbatasnya jumlah orang yang bisa mengakses internet atau online. Namun saat ini siapa yang tidak mengenal istilah "online". Dari anak kecil hingga orang tua pasti mengenal istilah tersebut. Yahoo, Facebook, Twitter, MySpace, Google+, Whatsapp, BlackBerry Messanger merupakan sedikit contoh dari berbagai macam media sosial yang ada di dunia.


Positifnya, media sosial memang dapat mempermudah komunikasi jarak jauh, mengetahui peristiwa, berita, dan fenomena yang up to date, melakukan promosi bagi pemasar, dan banyak lagi kegunaan positif lainnya. Tetapi, karena banyaknya hal positif tersebut muncul beragam hal negatif yang berdampak pada para netizen yang tidak mengerti apa sebenarnya kegunaan dari media sosial. Kecanduan untuk selalu aktif di dunia maya merupakan salah satu dampak negatif yang paling besar dan menjangkiti hampir semua netizen di dunia. Kemudahan yang diberikan untuk berkomunikasi menjadi alasan para netizen yang kurang mengerti kegunaan media sosial untuk tetap "stay online" terhadap "gadget" mereka yang menjadi alat untuk "bersosial" di dunia maya. Dan apa yang jenis netizen ini lakukan? hanya melakukan hal bodoh dan membuang-buang waktu, mulai dari share apa yang sedang mereka lakukan secara mendetail, mencurahkan perasaan mereka yang randomize,  yang seharusnya bukan menjadi konsumsi umum, memposting "junk post" yang mengganggu user lain karena "junk post"  yang memenuhi line mereka, dan banyak hal lainnya yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Lalu apa akibatnya? keharusan para netizen kriteria ini membuat mereka harus tetap fokus pada gadget mereka untuk online, yang membuat mereka tidak peka terhadap keadaan sekitar sehingga tidak jarang terjadi kecelakaan karena kegiatan "texting", dan yang lebih parah adalah membuat mereka pasif akan interaksi sosial di dunia nyata.

Maka, mari menjadi netizen yang bijak. Dan...
Tidak ada salahnya Sign Out sejenak untuk menghirup udara sebenarnya, :)


Sabtu, 26 Februari 2011

Jam Tangan dan Pemakainya.

Jam tangan secara umum memiliki fungsi untuk mengetahui waktu, namun dari sisi kepribadian seseorang yang menggunakan jam tangan memiliki nilai sendiri. Sebagian orang menilai seseorang yang menggunakan jam tangan adalah orang yang fashionable. Namun orang yang menggunakan jam tangan pada kesehariannya memiliki nilai lain di mata pebisnis dan pengusaha. Para pelaku usaha yang umumnya berwirausaha atau seorang pengusaha menghargai benar waktu. Semboyan "Time is money" bagi mereka bukanlah semboyan yang asal ucap, karena semboyan ini berlaku mutlak untuk mereka. Sedikit saja mereka menyia-nyiakan waktu, tujuan yang mereka harapkan hilang sudah pastinya.



Disini saya berusaha menilai "para pemakai jam tangan dalam dunia enterpreneur". Seorang enterpreneur yang menggunakan jam tangan pada adalah orang yang cenderung memiliki kepribadian yang matang dalam pengambilan keputusan. Seorang yang mengetahui waktu akan cenderung lebih memperhitungkan waktu yang ia tempuh untuk menyelesaikan sesuatu. Karena satu detik saja terlewat akan berakibat fatal untuk apa yang telah kita lakukan. Selain itu, orang yang menggunakan jam tangan biasanya lebih bersifat simple tetapi apa yang ia harus lakukan berikutnya, dan ia akan bersifat lebih kritis terhadap perubahan sekitarnya meskipun hanya sedikit. Dan ia akan lebih peka terhadap respon sekitar akan tindakannya. Mengapa? karena ia akan terus mencoba untuk lebih teliti akan apa yang telah ia lakukan sebelumnya, dan kesalahan apa yang telah ia perbuat. Saya memiliki argumen demikian karena, orang yang menggunakan waktu sebagai acuan atas apa yang sedang dilakukannya akan cenderung lebih optimis dan teliti. Ia cenderung akan memiliki tujuan yang pasti dan terus berupaya untuk memperolehnya dengan secepat-cepatnya. Hal ini disebabkan orang yang menggunakan jam tangan dalam kesehariannya akan lebih sering melihat waktu pada jam tangannya, sehingga ia akan lebih memacu dirinya untuk bekerja lebih cepat dengan penuh pertimbangan.



Pada dunia karir. Jam tangan sendiri mempunyai nilai yang sangat penting. Bagi seorang pelamar yang menggunakan jam tangan pada dirinya, akan menjadi nilai tambah bagi team penyeleksi (berlaku untuk perusahaan yang memiliki sistem kenaikan pangkat dengan menilai kepribadian pegawai). Mengapa demikian? Bagi seorang penyeleksi yang berintelejensi tinggi tentu akan kritis terhadap cara berpakaian pelamar, ia akan bertanya rinci setiap detail pakaian yang dikenakan oleh pelamar. Percaya atau tidak, coba dibuktikan. Karena bagi mereka, orang yang menggunakan jam tangan karena alasan "perhitungan waktu" akan dianggap lebih bekerja produktif karena pelamar tersebut memiliki motivasi untuk bekerja dengan perhitungan terhadap pekerjaan yang diberikannya.

Di lain hal jam tangan dapat dijadikan alat komunikasi yang simple dan efisien, seperti penampakan berikut :



atau fungsi lainnya sebagai pointer laser :


(jangan dipakai buat cheat laser yah :D hehehe...)


atau untuk penyimpanan data dan music player :




atau jam tangan yang dipakai untuk penerangan :




Sekian info tentang jam tangannya, semoga bermanfaat.